Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Menunggu dan Merelakan

Pernahkah kamu sangat berharap terhadap sesuatu? Misal menang kuis atau undian? Kamu begitu cemas menantikan pengumuman konfirmasi. Hampir tiap hari kamu mengecek atau mencari tau, tapi belum juga ada konfirmasi. Hingga ada di satu titik ketika kamu mulai enggan dan merelakan undian tersebut, kamu berusaha melupakan. Hari-hari tak lagi dipenuhi cemas penasaran. Lalu, beberapa hari kemudian, hal yang tak kamu sangka, tapi hal itu hal yang dulu kamu inginkan. Kamu terpilih menjadi pemenang!! Apa yang akan terjadi? Apa yang akan kamu lakukan? Jika itu aku, mood yang sejak awal sangat baik, dan menunggu dengan sabar, jadi tak berarti. Saat tau jadi pemenag, malah jadi kosong, hampa, oh udah, gini aja nih jadi pemenang???? Rasa ingin itu lenyap, tergerus penantian panjang yang kunjung pasti. Serius, andai pemenang itu ada yang mau ambil, dengan senang hati aku beri! Tanpa ada menyesal. Silakan..., entah kenapa aku seperti anak kecil, tapi aku butuh kepastian, aku udah gak percaya hal ya…

Twet Nampol Yang Juarak

yeahmahasiswa kalo ada yang ngajak ngumpul, usahakan kumpul walau ngga lagi kangen-kangen amat. Who knows it’s their last, or yours yeahmahasiswasayangnya kangen itu datengnya ngga barengan; pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen. Dan sebaliknya. "@yeahmahasiswapeople come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul

"@yeahmahasiswanikmatin kebersamaan, while it lasts

"@yeahmahasiswanyatanya ilang temen yang biasanya suka ngumpul bareng lebih nyakitin daripada putus sama patjar,

"@yeahmahasiswasampe masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri. kalo udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa-siapa, emang masanya udah habis :’)

"@yeahmahasiswamasa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalo waktunya luang doang…

"@yeahmahasiswaada satu titik masa di mana lo seolah ngeliat ke belakang, terus sadar kalo temen2 yang dulu barengan satu2 pada hilang. Is it just me?

"@yeahmahasiswaskripsi merusak persahabatan, sejak mulai, …

Hanya Mi

Orang yang bikin mi aja sampe lembek saking lamanya ngerebus itu emang orang yang jarang ndapur ya.., kelihatan ga pernah bikin mi. Dia pikir kalo lama ngerebus terus pengawetnya ilang? Ya enggak lah -,-“. Malah rasanya ANEH. Tapi karena aku udah laper banget dan gak mungkin ngamuk cuma gara-gara mi yang lembek, kan gak lucu! Yang ada malah saya yang dimarahin. Padahal yang bikin mi bukan saya. Ya sadahlah. Pokoknya setiap orang yang bikin mi pasti merasa mi dia paling enak. Okeee.. silakan. Tapi lain kali, mending saya bikin mki sendiri. Lebih “pas” dan lebih gurih. Bahkan hanya gara-gara mi saja bisa membuat saya hilang mood. Duh betapa tidak dewasanya saya ya. Tapi kalo tidak begitu, kapan saya akan jujur tentang apa yang saya rasakan?
Oh mungkin memang saya yang kurang komunikasi saja. Lebih-lebih saya “takut” menyinggung perasaaan orang lain apabila saya komentar atau tidak suka. Jadi, lebih baik biar saya saja yang menyimpan perasaan ini.
Iya satu lagi, saat kamu masak mi saj…

Sebuah Kabar

Beberapa hari yang lalu mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari teman dekatku. Seharusnya kabar itu adalah kabar bahagia. Tapi entah apa yang merasuki pikiranku, aku merasa begitu hina. Ada rasa marah, kesal, jengkel yang datang bersamaan. Rasa yang membuat sesak. Terkadang saat kita begitu percaya dan menceritakan sesuatu kepada orang lain, dia belum tentu akan melakukan hal sama. Dia lebih memilih menyimpan masalah pribadinya, dia mungkin tak ingin berbagi kebahagian dan lebih memilih mengumumkan status terbaru. Oh oke. siapalah saya? Toh dia juga berhak menentukan pilihannya kan? Tidak perlu semua kehidupan pribadinya kamu perlu tau kan?

Kurang dari setahun, dia sudah menemukan pengganti. Begitu cepat ya. Bahkan entah ini sudah yang keberapa aku juga tak tau. Sedangkan disini, sampai hari ini pun belum pernah. Mungkin saya tidak terpantau radar kali ya? Seperti pesawat MH307. Inget radar jadi inget "Perahu Kertas". Terus tiba-tiba ada backsound Maudy Ayunda. Hahaaa.

I…